Langsung ke konten utama

Rasa Sakaratul Maut Yang di Alami Oleh Para Nabi dan Rasul

Rasa Sakaratul Maut Yang di Alami Oleh Para Nabi dan Rasul

Malaikat Izrail pernah menanyakan kepedihan dikala nyawa direnggut kepada Nabi Idris
.
Izrail : Hai Idris, bagaimana rasanya mati itu?
.
Idris : Seperti binatang terkelupas kulitnya dalam keadaan hidup, rasa sakitnya mati itu seribu kali lipat daripadanya.
.
Izrail : Padahal belum pernah aku mencabut nyawa seseorang sehalus dan sehati-hati ketika mencabut nyawamu.
.
Dalam sebuah riwayat disebutkan, bahwa setelah ruh Nabi Musa berada di hadapan Allah Ta’ala, maka Allah Swt bertanya,
.
Allah : Hai Musa, bagaimanakah rasanya mati?
.
Musa : Aku merasakan seolah-olah seperti kambing hidup yang dikuliti oleh tangan pemotong hewan.
.
Allah Swt juga bertanya kepada Nabi Ibrahim as, ketika beliau wafat,
.
Allah : Bagaimanakah engkau merasakan mati hai Khalilullah.
.
Ibrahim :Seperti besi pembakar daging yang diletakkan yang diletakkan dalam bulu yang basah lalu ditarik.
.
.
Jika Nabi saja merasakan sakit saat nyawanya dicabut, apalagi kita sebagai manusia biasa. Terlebih lagi orang kafir, sungguh sangat dahsyat sekali rasa sakitnya.!!
.
Sabda Nabi :
.
“Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek ?” (HR Bukhari)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Antara Sterilisasi dan Sanitasi

Apa itu Sterilisasi?Definisi: Sterilisasi adalah proses di mana semua mikroorganisme tidak aktif atau dibunuh secara langsung. Ini melibatkan penggunaan suhu, berbagai bahan kimia, atau gas, untuk menghancurkan mikroba yang dapat menyebabkan kontaminasi atau penyakit.
Metode: Ada berbagai cara di mana permukaan dan peralatan dapat berhasil disterilkan. Steam adalah cara yang populer tetapi tidak dapat digunakan untuk benda yang sensitif terhadap panas. Dalam kasus tersebut, metode lain perlu digunakan seperti ozon, gas etilen oksida atau bahan kimia cair. Autoclave dapat digunakan untuk peralatan yang tidak sensitif terhadap panas. Instrumen ini menggunakan kombinasi suhu dan tekanan tinggi untuk membunuh mikroba. Gas etilen oksida memiliki kelemahan yang berbahaya bagi manusia sehingga metode autoklaf digunakan sebanyak mungkin.
Apa yang disterilkan: Banyak peralatan medis perlu disterilkan termasuk kateter jantung, implan dan instrumen apa pun yang digunakan untuk melakukan operasi. …

Gambaran Para Sahabat Nabi Muhammad SAW

HASAN BASHRI ditanya, “ceritakanlah kepada kami tentang gambaran para sahabat Rasulullah SAW.”
Hasan Bashri menangis kemudian berkata, Mereka menampakkan tanda-tanda kebaikan dalam watak dan perilaku orang-orang baik, petunjuk kejujuran, pakaian yang kasar karena hemat, berjalan dengan rendah hati, berkata dengan perbuatan, makan dan minum dari rezeki yang baik, taat kepada Tuhan dan patuh kepada kebenaran, baik suka maupun tidak, serta memberi hak dari diri mereka sendiri.
Tengah hari mereka kehausan, tubuh mereka kurus. Mereka menganggap enteng kemarahan makhluk demi meraih ridha sang Khalik. Tidak berlebihan saat marah, tidak sewenang –wenang dalan kezaliman, dan tidak melampaui hokum Allah dalah alQuran.
Mereka sibukkan lidah dengan berzikir. Mereka curahkan darah ketika dimintai pertolongan dan mereka curahkan harta saat dimintai pinjaman. Tidak terhalang oleh rasa takut terhadap makhluk.
Akhlak mereka terpuji, makanan mereka ringan dan sedikit dunia sudah cukup bagi mereka untu…

Biografi Sіngkаt Muhаmmаd Luthfі bіn Yahya (Hаbіb Luthfі)

Dilahirkan dari seorang ѕуаrіfаh, yang mеmіlіkі nаmа dan nаѕаb: sayidah аl Kаrіmаh as Sуаrіfаh Nur binti Sayid Muhѕіn bin Sауіd Sаlіm bіn Sауіd аl Imаm Shаlіh bіn Sayid Muhѕіn bin Sayid Hаѕаn bіn Sayid Imаm ‘Alаwі bіn Sауіd аl Imаm Muhаmmаd bіn аl Imam ‘Alаwі bіn Imаm аl Kabir Sауіd Abdullаh bіn Imаm Sаlіm bіn Imаm Muhаmmаd bin Sауіd Sаhаl bin Imаm Abd Rаhmаn Mаulа Dаwіlеh bin Imаm ‘Ali bin Imаm ‘Alawi bin Sayidina Imam al Faqih аl Muԛаdаm bin ‘Alі Bâ Alаwі.


Sеlаnjutnуа раdа tаhun 1959 M, іа mеlаnjutkаn studinya kе роndоk реѕаntrеn Bеndа Kеrер, Cіrеbоn. Kеmudіаn Indramayu, Purwоkеrtо dаn Tеgаl. Sеtеlаh itu mеlаnjutkаn kе Mеkаh, Mаdіnаh dаn dі negara-negara lаіnnуа. Iа mеnеrіmа іlmu ѕуаrі’аh, thariqah dаn tаѕаwuf dari раrа ulаmа-ulаmа bеѕаr, wali-wali Allаh уаng utаmа, guru-guru yang реnguаѕааn ilmunya tidak dіrаgukаn lagi. 
Dаrі guru-guru tеrѕеbut іа mеndараt іjаzаh Khas (khusus), dan jugа ‘Am (umum) dalam Dа’wаh dаn nasyru ѕуаrі’аh (mеnуеbаrkаn syari’ah), thаrіԛаh, tashawuf, kіtаb-k…